Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Cara Terbaik untuk Menang
 
Cara Terbaik untuk Menang
 
Perang adalah urusan yang sangat serius. Seorang jenderal harus mewaspadai emosinya sendiri. Jika bukan untuk kepentingan negara, dia seharusnya tidak pergi berperang. Jika dia dapat sukses tanpa berperang, dia seharusnya tidak boleh menggunakan pasukannya. Seorang raja seharusnya tidak memulai sebuah perang karena dia marah. Seorang jenderal juga seharusnya tidak boleh berperang hanya karena dia membenci musuhnya. Satu pertimbangan penting sebelum pergi berperang adalah: Jika seseorang berperang, dapatkah dia menang? Kemarahan mungkin akan reda. Kebencian mungkin dapat padam. Tetapi akibat dari perang tidak dapat diubah. Orang-orang yang mati dalam peperangan hilang untuk selamanya.

Cara yang terbaik untuk memenangkan perang adalah menang tanpa pertarungan, mengalahkan negara lawan tanpa membinasakannya, dan melemahkan pasukan musuh tanpa membunuh. Berperang dalam seratus pertempuran dan memenangkan seratus pertempuran bukanlah yang terbaik dari yang terbaik. Kemenangan yang tertinggi adalah mengalahkan musuh tanpa pertempuran, membuat musuh menyerah, membuat mereka melihat bahwa pihak lawan adalah sangat hebat sehingga tidak ada gunanya untuk melawan walau sekecil apa pun. Ini adalah kemenangan yang paling hebat.

Untuk memenangkan peperangan dengan cara demikian mungkin tidak menarik. Dengan cara ini seorang jenderal tidak akan mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan keberaniannya untuk mendapatkan pujian dan penghargaan. Tetapi ini adalah kemenangan yang paling baik.

Cara terbaik untuk memenangkan perang adalah dengan mengalahkan strategi musuh secara keseluruhan. Cara terbaik yang kedua adalah mengalahkannya dalam percaturan politik dan diplomatik. Cara terbaik yang berikutnya adalah berperang melawan pasukan musuh. Cara terburuk untuk memenangi perang adalah menempatkan mata-mata di kota-kota musuh dan mengalahkan mereka dengan menimbulkan kekacauan di dalam pasukan tersebut dengan menggunakan hasutan. Jika kamu mempunyai pasukan sepuluh kali lebih kuat dari kekuatan musuhmu, kepung mereka.

Jika kamu mempunyai pasukan lima kali kekuatan musuhmu, serang.

Jika kamu mempunyai pasukan sejumlah dua banding satu, cobalah untuk memecah belah pasukan musuh dan kemudian serang mereka.

Jika kamu mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan kekuatan musuh, ambillah inisiatif dan serang terlebih dahulu.

Jika musuh lebih kuat daripada kamu, pergilah dengan cepat dan jangan menyerang.

Untuk memenangi perang di mana setiap orang berharap kamu menang, kamu tidak layak mendapatkan penghargaan lebih. Untuk mengalahkan musuh dengan cara perusakan massa yang hebat, kamu tidak layak untuk mendapatkan penghargaan apa pun.

Jika kamu dapat memenangkan perang tetapi gagal untuk mengkonsolidasikan kemenanganmu dan mencapai tujuan dari strategimu, itu sama artinya dengan kekalahan.
 
Prev | Next
 
Komentar: Seni Perang adalah buku klasik tentang ilmu perang, psikologi perang dan filosofi perang. Tetapi prinsip yang diungkapkan dalam buku legendaris itu membahas lebih dari lingkup peperangan militer.

Pelaku bisnis dari China, Jepang, Korea, dan Singapura telah mempelajari buku Sun Tzu dengan saksama, menganggap buku itu seperti sebuah buku wajib dalam kompetisi dunia bisnis modern di mana pasar adalah medan perang, manajer dan karyawan adalah prajurit dan kepala prajurit, serta produk dan servis adalah senjata. Untuk alasan ini, saya memberi judul bab ini, “Seni berkompetisi”.

Analisis Sun Tzu yang mendalam tentang watak manusia, organisasi, kepemimpinan, pengaruh lingkungan, dan pentingnya informasi memiliki relevansi dengan peperangan ekonomi sama seperti pada peperangan militer.
 
Zilu bertanya, “Jika guru memimpin pasukan yang hebat, orang seperti apa yang guru inginkan bersama anda?”

Sang guru berkata, “Saya tidak akan membawa orang yang dapat bertarung dengan harimau dengan tangan kosong, atau menyebrangi sungai tanpa perahu. Saya ingin seseorang yang mendekati kesukaran dengan hati-hati dan yang memilih untuk sukses dengan strategi.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000