Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Kucing Merah
 
Kucing Merah
 
Sun San adalah seorang tukang daging. Tokonya terletak di dekat gerbang utara kota Hangzhou. Setiap pagi saat dia meninggalkan rumah untuk bekerja di tokonya, dia akan berkata kepada istrinya. “Peliharalah kucing kita baik-baik. Kita tidak mempunyai anak. Dia adalah bayiku, hidupku.” “Ya, akan saya pelihara,” kata Nyonya Sun selalu.

Jangan membiarkan orang lain tahu. Kucing kita dari jenis yang langka. Kamu tahu, tidak ada binatang peliharaan seperti ini di seluruh Hangzhou.

Karena mendengar percakapan ini lebih dari satu kali, beberapa tetangga mereka menjadi sangat ingin tahu. Suatu hari kucing itu terlepas dari tali pengikatnya dan berjalan di jalan. Dengan sangat cemas, Nyonya Sun berlari keluar rumah dan membawa kucing itu pulang ke rumah. Beberapa tetangganya melihat sekilas kucing tersebut. Mereka sangat terpesona karena seluruh tubuh kucing itu berwarna merah terang seperti api. Ketika Sun San datang ke rumah dan mengetahui kejadian itu, dia memukuli istrinya keras-keras dengan sebuah rotan.

Dengan cepat, cerita tentang keberadaan binatang langka itu tersebar sampai ke istana raja. Ketika seorang kasim mendengar cerita ini, dia datang menemui Sun dan menawarkan harga yang tinggi untuk kucing itu, tetapi Sun San menolak tawarannya. Kasim itu menaikkan tawarannya, dan ia ditolak lagi. Tetapi pada kunjungan kasim yang keempat, Sun San harus menyerah dan dengan terpaksa menjual binatang peliharaannya seharga tiga ratus ribu ons perak.

Dengan perginya kucingnya yang berharga, Sun San menjadi sangat depresi. Dia menyalahkan istrinya dan lagi memukulinya dengan rotan.

Kasim itu menjadi senang karena memiliki binatang yang langka. Dia bermaksud melatih kucing tersebut sebelum mempersembahkannya kepada raja. Namun, warna kucing tersebut mulai berubah setelah beberapa hari. Dia menjadi lebih pucat setiap harinya dan mulai kehilangan warnanya yang cemerlang. Dalam waktu dua minggu, dia berubah menjadi kucing putih. Dengan heran, kasim itu memanggil Sun San, tetapi keluarga Sun telah pindah. Tidak seorang pun tahu kemana mereka pergi.

Warna kucing itu tidak pernah berubah menjadi merah lagi. Dia telah diwarnai pemiliknya dengan cermat, menggunakan pewarna khusus yang biasanya untuk mewarnai penutup kepala kuda. Sun San memberikan pewarna ini setiap hari untuk menghasilkan efek yang bagus. Bahkan, dia dan istrinya telah lama bekerja sama untuk penipuan ini. Percakapan setiap hari dan pemukulan istrinya adalah sandiwara untuk menipu tetangga mereka.
 
Prev | Next
 
Komentar: Tipu muslihat menjadi lebih mudah dilakukan ketika penipunya bekerja dalam satu tim.
 
HUAINANZI (ABAD KEDUA S.M.)
Dalam kerja sama tim, keselarasan terbentuk dalam hubungan mutualisme yang efektif. Sebuah hubungan mutualisme yang efektif itu berdasarkan pada kemampuan masing-masing individu dari setiap anggota tim.
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000