Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Lingkungan
 
Lingkungan
 
Mencius kehilangan ayahnya ketika ia berusia tiga tahun, dan ibunya harus bekerja sebagai penenun untuk bertahan hidup. Ibu Meng menaruh harapan yang tinggi pada anaknya.

Mereka tinggal tidak jauh dari pemakaman. Mencius sering bermain dengan anak laki-laki yang lain meniru bagaimana orang mengebumikan orang mati dan berkabung bagi yang meninggal. Ibu Meng memutuskan untuk pindah karena percaya bahwa lingkungan tersebut tidak tepat baginya untuk membesarkan anaknya.

Dia menemukan sebuah rumah dekat pasar. Tetapi tak lama kemudian Mencius mulai bermain menawarkan barang dan tawar-menawar dengan anak-anak di lingkungan itu seperti layaknya penjual di jalan dan penjaga toko. Ibu Meng memutuskan bahwa lingkungan itu juga tidak cocok untuk anaknya.

Dia kemudian pindah lagi. Sekarang dia benar-benar mempelajari lingkungan sekitarnya sebelum pindah. Rumah mereka yang baru dekat sebuah sekolah. Di sana mereka menetap. Anaknya mulai meniru murid-murid di sekolah. Ibu Meng sangat senang.
 
Next
 
Komentar: Ini adalah satu dari cerita-cerita pertama yang didengar oleh anak-anak China karena sesuai keyakinan orang China. Cerita ini mungkin menjelaskan kenapa banyak orang China yang terobsesi untuk hidup di lingkungan yang bagus.
 
MENCIUS (372-289 S.M.)
Orang besar adalah orang yang tidak kehilangan hati anaknya.
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000