Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Operasi Penyelamatan
 
Operasi Penyelamatan
 
Beberapa tahun kemudian negara Wei menduduki negara Han. Han adalah negara lemah yang tidak mampu mempertahankan dirinya dari serangan pasukan kuat yang dipimpin oleh Pang Juan. Rajanya memohon bantuan dari negara Qi.

Raja negara Qi mengadakan rapat dengan para penasihatnya. Perdana menteri berpendapat bahwa Qi perlu memperkuat pertahanannya dan tidak perlu membantu negara lain. Jenderal Tian Ji berpendapat bahwa tanpa bantuan dari pihak luar, negara Han pasti akan dikalahkan. Jika itu terjadi, maka negara Wei akan menjadi terlalu kuat untuk negara Qi. Sun Pin mendukung pendapat Jenderal Tian tapi menyarankan untuk tidak terjun ke dalam medan peperangan dengan tergesa-gesa.

Pasukan Qi berperang untuk kepentingan negara Qi, bukan negara Han. Jika kita pergi ke sana terlalu dini, kita akan berperang untuk negara Han. Kita harus membantu negara Han, tetapi untuk kepentingan kita sendiri. Tindakan yang terbaik adalah membiarkan negara Han mengetahui bahwa kita akan menolongnya. Begitu mendengar jaminan dari kita, dia akan berperang dengan segenap kekuatannya. Setelah kedua belah pihak berperang dengan dahsyat, kita dapat mengirimkan pasukan kita untuk memenangkan kemenangan akhir. Maka, kita dapat mencapai hasil maksimum dengan usaha yang minimum.

Jaminan dari negara Qi membangkitkan moral pasukan negara Han. Tetapi mereka bukanlah tandingan pasukan negara Wei yang ganas. Situasinya menjadi genting.

Pada titik itu, pasukan negara Qi menyerang Wei seperti yang telah terjadi dulu. Pengalaman pahit Pang Juan masih membekas di hatinya. Saat ini, dia menarik kembali pasukannya yang terdiri dari 100.000 prajurit terbaiknya dari Negara Han untuk bertarung dengan negara Qi. Maka, pengepungan di negara Han secara otomatis berakhir.

Sun Pin dapat membaca pikiran Pang dengan sangat baik, dan dia juga mengetahui bahwa pasukan negara Wei selalu berpikir bahwa mereka adalah yang terbaik di dunia dan cenderung untuk meremehkan lawan mereka. Maka dia menyusun rencana perangnya dengan sangat seksama.

Pasukan negara Qi tidak akan berperang dengan pasukan Wei di garis depan. Ketika Pang Juan bergegas kembali, Sun Pin memerintahkan untuk mundur. Seperti yang telah diantisipasi oleh Sun, Pang Juan membalasnya dengan melakukan pengejaran. Ketika pasukan negara Qi mundur, Sun Pin memerintahkan untuk membangun sebuah markas yang dapat menampung 100.000 orang dalam perjalanan mereka pada hari pertama, untuk 50.000 orang pada perjalanan hari kedua dan untuk 30.000 orang pada hari ketiga.

Setelah mengejar pasukan Qi selama tiga hari, Pang Juan sangat senang karena mengetahui bahwa setiap hari jumlah markas musuh berkurang.

Saya tahu bahwa pasukan Qi tidak kuat,” kata Pang Juan dengan congkaknya. “Ketika mereka mendengar bahwa kita menyerang balik, lebih dari separuh prajurit mereka melarikan diri dalam waktu tiga hari.

Untuk mempercepat aksinya, dia membentuk pasukan penyerang yang lebih kecil untuk mengejar musuh.

Sun Pin sudah memperhitungkan bahwa pasukan Pang akan tiba di sebuah tempat bernama Maling pada sore hari keempat. Jalan menuju Maling sangat sempit, dan diapit dua buah gunung. Sun memerintahkan lima ratus pemanah untuk bersembunyi di kedua sisi jalan. Mereka diperintahkan untuk memanah ketika mereka melihat api. Kemudian dia memerintahkan agar semua pohon, kecuali yang paling tinggi, ditumbangkan agar menghalangi jalan. Dia memerintahkan agar pohon yang belum ditebang itu dikupas sebagian kulit luarnya agar bisa menuliskan kata-kata berikut dengan tinta hitam: ”Pang Juan akan mati di bawah pohon ini.

Sesuai harapan Sun Pin, Pang Juan tiba di Maling pada sore harinya. Pasukannya mendapati bahwa jalan tersebut sempit dan semua pohon tumbang menutupi jalan mereka. Pang memerintahkan prajuritnya untuk memindahkan pohon-pohon yang tumbang tersebut, dengan berpikir bahwa pasukan Qi sedang mencoba untuk menghambat pengejaran mereka dengan menciptakan kendala di perjalanan.

Dia memperhatikan bahwa semua pohon di daerah itu telah ditebang kecuali satu yang sangat besar. Dan kelihatannya ada sesuatu tertulis di cabangnya yang kulitnya terkelupas. Saat itu sudah terlalu gelap untuk dapat melihatnya dengan jelas, maka Pang menyalakan obor untuk membacanya. Ketika dia melihat tulisan itu, dia baru menyadari bahwa dia telah jatuh ke dalam jebakan, tetapi sudah terlambat. Pada saat dia hendak memberikan perintah untuk mundur, anak panah berhamburan ke arahnya seperti hujan. Pasukan Wei menjadi panik. Tidak ada jalan untuk melarikan diri.

Pang terluka di berbagai tempat, menyadari bahwa dia akhirnya dikalahkan oleh mantan muridnya sendiri.

Bajingan itu ? aku seharusnya sudah membunuhnya,” teriaknya. “Dia menjadi termashyur di atas penderitaanku.

Dia mengucapkan sumpah serapah menghujat Sun Pin dan memotong lehernya sendiri dengan pedangnya.

Pasukan negara Qi menang mutlak dengan menggunakan strategi perang ini. Putra mahkota negara Wei ditawan dan sejak saat itu Wei tidak pernah pulih dari kekalahannya.

Setelah peperangan di Maling, Sun Pin pensiun dari kedudukannya. Dia telah berhasil membalas dendam. Ketika bukunya tentang seni berperang selesai ditulisnya, dia mempersembahkan buku itu kepada raja negara Qi.
 
Prev
 
Komentar: Buku Sun Pin mengenai seni perang ditemukan pada tahun 1972 ketika sejumlah arkeolog China menemukan kuburan dari zaman dinasti Han.

Jika Sun Pin hanya mempunyai ketabahan tanpa kemauan yang sekuat baja, dia mungkin tidak dapat betahan. Jika dia hanya mempunyai kemauan yang kuat untuk hidup tetapi tidak mempunyai pengetahuan tentang seni perang, dia mungkin tidak dapat membalas dendam pada musuhnya. Kombinasi dari kualitas yang disebut di atas itulah yang membuatnya menjadi figur yang paling hebat dalam sejarah China.
 
KONFUSIUS
Seseorang berkata, “Bayarlah sebuah luka dengan kebaikan.”
Sang Guru berkata: “Jika kamu membalas luka dengan kebaikan, lalu dengan apa kamu akan membalas kebaikan? Kamu seharusnya membayar sebuah luka dengan keadilan dan kebaikan dengan kebaikan.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000