Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Penempatan
 
Penempatan
 
Bagian yang paling sulit dalam membuat formasi sebuah strategi perang adalah penempatan. Kadang kala penempatan yang benar mungkin tidak akan menghasilkan manfaat yang segera atau langsung, tetapi itu akan menjadi keuntungan jangka panjang. Seorang jenderal yang bijaksana seharusnya mempunyai kemampuan untuk menyadari apa yang menjadi tujuan jangka panjang untuk mendapatkan kemenangan akhir.

Pada saat berperang, tempatkanlah dirimu pertama-tama pada posisi yang aman dan kemudian tunggu kesempatan untuk menyerang. Pertahananmu adalah fungsi dari upayamu sendiri, sedangkan untuk mengalahkan musuh kamu harus menunggu kesempatan yang tepat yang mungkin diberikan oleh musuh karena kesalahan mereka sendiri.

Lebih daripada itu, syarat-syarat untuk mempertahankan dirimu sendiri dan mengalahkan musuh adalah berbeda. Kamu mungkin mempunyai lebih dari cukup tentara dan senjata untuk bertahan tetapi tidak cukup untuk menantang musuh. Maka prioritasnya adalah untuk mempertahankan tentara dan senjata, karena mereka adalah modal utama kemenanganmu. Dengan demikian, meskipun seorang jenderal yang baik tidak dapat menjamin untuk mengalahkan musuh, dia dapat menjamin bahwa dia tidak akan terkalahkan.

Seorang jenderal tidak memenangkan peperangan hanya karena dia menekankan kemenangan. Seorang jenderal yang baik akan menciptakan kondisi dimana prajuritnya dapat memperoleh keuntungan, bukan meminta sesuatu yang tidak realistis pada mereka. Jika kamu mempunyai strategi yang baik, ingatlah bahwa kamu dapat menciptakan kondisi eksternal yang sedemikian rupa untuk membantu penerapan strategimu. Keteraturan atau kekacauan, keberanian atau ketakutan, kekuatan atau kelemahan adalah hasil dari penempatan.

Jika kamu masuk ke dalam medan perang lebih dulu, kamu mempunyai waktu untuk beristirahat dan menunggu musuh. Jika kamu terlambat dan musuh sedang menunggumu, kamu bertindak dengan tergesa-gesa begitu memasuki medan perang. Dengan begitu, kamu tidak berada pada kondisi yang terbaik. Seorang jenderal yang baik akan memaksa musuh untuk memasuki medan pertempuran bukan dipaksa untuk berperang.

Dengan prinsip yang sama, jangan berikan kesempatan kepada musuh untuk bernapas. Jangan memberikan mereka kesempatan untuk memulihkan diri. Tetaplah menekan untuk melemahkan mereka.

Beberapa medan peperangan terbentuk sedemikian rupa sehingga siapa pun yang sampai di sana terlebih dahululah yang akan mendapat keuntungan. Cobalah untuk mendahului musuh. Tetapi jika musuh datang terlebih dahulu, janganlah mencoba untuk merampas pusat kekuatannya, karena mungkin akan terlalu mahal harganya bagimu untuk merebutnya.

Beberapa medan sangat mudah untuk dimasuki tapi sulit untuk keluar. Hindarilah daerah seperti itu. Tunggulah sampai musuh sudah separuhnya mencapai medan tersebut dan kemudian seranglah.

Beberapa daerah menjadi menarik karena strategis bagi beberapa pihak. Jika kamu dapat mengontrol daerah seperti itu, kamu akan mendapatkan banyak dukungan. Kembangkan aktivitas diplomatik dan kuatkan hubungan dengan sekutumu.
 
Prev | Next
 
Komentar: Seni Perang adalah buku klasik tentang ilmu perang, psikologi perang dan filosofi perang. Tetapi prinsip yang diungkapkan dalam buku legendaris itu membahas lebih dari lingkup peperangan militer.

Pelaku bisnis dari China, Jepang, Korea, dan Singapura telah mempelajari buku Sun Tzu dengan saksama, menganggap buku itu seperti sebuah buku wajib dalam kompetisi dunia bisnis modern di mana pasar adalah medan perang, manajer dan karyawan adalah prajurit dan kepala prajurit, serta produk dan servis adalah senjata. Untuk alasan ini, saya memberi judul bab ini, “Seni berkompetisi”.

Analisis Sun Tzu yang mendalam tentang watak manusia, organisasi, kepemimpinan, pengaruh lingkungan, dan pentingnya informasi memiliki relevansi dengan peperangan ekonomi sama seperti pada peperangan militer.
 
Zilu bertanya, “Jika guru memimpin pasukan yang hebat, orang seperti apa yang guru inginkan bersama anda?”

Sang guru berkata, “Saya tidak akan membawa orang yang dapat bertarung dengan harimau dengan tangan kosong, atau menyebrangi sungai tanpa perahu. Saya ingin seseorang yang mendekati kesukaran dengan hati-hati dan yang memilih untuk sukses dengan strategi.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000