Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Perkawinan dan Pertemanan
 
Perkawinan dan Pertemanan
 
Dalam perkawinan, jika ada perbedaan besar dalam latar belakang keluarga antara suami dan istri, mereka mungkin mempunyai perbedaan konsep nilai. Perbedaan ini dapat menjadi potensi timbulnya masalah dalam hubungan mereka. Orang yang berasal dari keluarga kaya mungkin bersikap angkuh pada orang dari kalangan kebanyakan. Orang yang berasal dari keluarga miskin mungkin mempunyai perasaan rendah diri. Jika mereka membiarkan ipar dan mertua mereka untuk ikut campur dalam hubungan mereka, keadaan akan menjadi lebih rumit. Inilah sebabnya saya biasanya tidak menganjurkan orang dari latar belakang yang berbeda untuk menikah.

Saya lahir di zaman yang penuh kekacauan. Saya bepergian ke mana-mana di negara ini dan bertemu dengan banyak orang. Setiap bertemu dengan orang yang baik, saya selalu tertarik pada kepribadiannya. Saya ingin mempelajari sesuatu darinya. Ketika kamu masih muda, kamu masih lemah. Jika kamu berteman dengan orang yang baik, kamu akan mencontohnya sebelum kamu menyadarinya, meskipun kamu mungkin tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan. Dia mempunyai beberapa pengaruh terhadapmu.

Berteman dengan orang yang berkarakter mulia adalah seperti masuk ke dalam sebuah kamar penuh dengan mawar yang wangi. Jika kamu tinggal di ruangan itu cukup lama, kamu akan menjadi wangi. Kebalikannya, jika kamu berkawan dengan kalangan yang tidak baik, itu seperti pergi ke pasar ikan, kamu akan berbau amis jika kamu diam di sana untuk waktu yang cukup lama.

Mengamati pewarna sutra yang sedang bekerja, seorang filsuf yang terkenal Mo Zi (468-376 s.m) membuat komentar sebagai berikut:

Apa pun yang dicelup dalam warna biru akan menjadi biru. Apa pun yang dicelup dalam warna kuning menjadi kuning. Setelah diberi pewarna beberapa kali, warna yang asli dari sutra itu tidak dapat dikenali lagi. Ini adalah benar bukan hanya untuk sutra, tetapi juga pada orang atau negara. Seseorang dapat dipengaruhi oleh teman-temannya. Sebuah negara dapat berubah oleh pengaruh disekitarnya.”

Maka, kamu harus memilih temanmu dengan hati-hati. Konfusius berkata, “Jangan berkawan dengan seseorang yang tidak sederajat denganmu.” Maka, bertemanlah dengan orang-orang di mana kamu dapat mempelajari sesuatu darinya. Selama seorang itu mempunyai kelebihan darimu, jadikanlah dia temanmu".

Beberapa orang cenderung untuk mempercayai apa yang mereka baca dari buku-buku, tetapi gagal untuk menangkap apa yang mereka lihat dalam kehidupan nyata. Mereka berpikir bahwa orang yang hebat hanya ada di masa lampau dan tidak dapat menerima bahwa ada orang yang hebat di zamannya. Sebagian orang mungkin percaya akan adanya orang-orang hebat di negara asing dan ingin berjumpa dengan mereka, tetapi mereka tidak mengenali orang hebat di tengah-tengah teman-teman dan murid-murid mereka dan terkadang malah mengejek mereka. Keakraban seakan-akan membutakan mereka. Sebenarnya orang tidak harus mencari jauh-jauh atau melihat ke belakang untuk mencari kehebatan. Kenyataannya ada orang hebat di sini dan sekarang ini.

Pada era Konfusius, orang dari negaranya, Lu, tidak menganggapnya. Konfusius harus meninggalkan negaranya. Raja Yu, yang memerintah pada periode Semi dan Gugur dalam sejarah China, kehilangan negaranya karena dia tidak serius mendengarkan nasihat bijak dari temannya yang sangat dekat.
 
Prev | Next
 
Komentar: Yan Zhitui hidup di masyarakat yang didominasi oleh orang laki-laki, yang tentu saja mempengaruhi pandangannya dan bahkan pilihan kata-katanya. Bagaimanapun juga hal ini janganlah menghambat kita untuk menghargai kebenaran yang dia katakan.
 
Konfusius, 551-479 S.M
Zigong bertanya, “Adakah moto tunggal yang dapat dipakai seseorang sepanjang hidupnya?”
Sang guru berkata, “Mungkin memperhatikan sesama. Jangan melakukan sesuatu kepada sesama yang kamu tidak ingin orang lakukan kepadamu.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000