Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Seratus Ungkapan Semanis Madu
 
Seratus Ungkapan Semanis Madu
 
Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan di ibu kota propinsi. Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentornya, seorang menteri pemerintahan senior.

Bekerja di lokasi propinsi seperti itu tidaklah mudah. kamu harus berhati-hati”,

Baiklah. Terima kasih atas nasihat bapak“, kata anak muda itu

Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat di sana, saya akan menggunakannya. Dia pasti akan senang”.

Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?” tanya mentornya dengan tidak senang. “Kita adalah pria sejati. kita mempunyai prinsip. Kita tidak seharusnya menggunakan sanjungan”.

Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung”, kata muridnya putus asa.

Hanya beberapa orang pria yang benar-benar sejati seperti anda yang tidak menyukai sanjungan”.

Mungkin kamu benar”. mentornya mengangguk sambil tersenyum.
Kemudian pria ini menceritakan cerita ini kepada temannya.

Saya sudah menggunakan satu dari persediaanku. Sekarang saya memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa.”
 
Prev | Next
 
Komentar: Tidak ada yang lebih penting daripada diberitahu bahwa anda membenci sanjungan.
 
VEGETABLE ROOTS
Secara bertahap, tingkatkanlah apa yang kamu berikan kepada orang lain, dan mereka akan selalu berterima kasih. Tetapi jika kamu secara bertahap mengurangi apa yang kamu berikan kepada mereka, mereka akan cenderung melupakan kebaikanmu. Secara bertahap kendorkan disiplin dan peraturan yang kamu tetapkan kepada orang lain, dan mereka akan merasa lebih nyaman dan puas. Tetapi jika kamu secara bertahap mengetatkan disiplin dan peraturan kepada orang lain, mereka akan melawan.
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2017, Bali Directory Designed and Managed by bali3000